SUKSES ATASI VARISES

24 Feb

Varises yang muncul dalam gurat-gurat keunguan di kaki membuat kepercayaan diri menghilang. Selain itu, tumbuhnya rasa nyeri membuat aktivitas sehari-hari pun jadi terganggu. Untuk mengatasinya, simak ulasan Theresia Puspayanti berikut.

Varises adalah kondisi dimana pembuluh darah balik (vena) mengalami pembesaran akibat terhambatnya sirkulasi darah di sekitar betis dan tungkai kaki. Demikian penjelasan yang diberikan dr. Dedy Pratama, SpB (K) BV, spesialis bedah sekaligus konsultan bedah vaskuler dan endovaskuler serta dosen d FKUI.

Di atas kertas, varises dapat terjadi pada vena mana pun di seluruh tubuh, namun umumnya terjadi di tungkai. Mengapa? Tak lain karena berat tubuh manusia bertumpu pada kaki, tempat aliran darah vena harus melawan gaya gravitasi bumi agar bisa dipompakan ke jantung. Varises terjadi karena rusaknya katup yang berfungsi mengatur alirah darah balik dari seluruh tubuh ke jantung.

Rusaknya katup tersebut membuat darah yang seharusnya mengalir ke tubuh bagian atas membanjir kembali ke tubuh bagian bawah. Nah, darah yang kembali mengalir ke tubuh bagian bawah tadi akhirnya menggumpal, kemudian melebarkan dan merusak pembuluh vena. Sesuai sifat cairan, darah yang tak bisa mengalir tadi akan berusaha mencari jalannya sendiri berupa pembuluh vena yang masih segar dan bisa dilalui, hingga di permukaan kulit terlihat berkelok-kelok. Secara otomatis, tekanan pada otot-otot kaki pun jadi semakin besar dan inilah memunculkan rasa lelah, kram dan perasaan nyeri pada penderita.

Dalam keadaan normal, aliran darah menuju ke jantung dipengaruhi oleh kombinasi antara daya dorong pompa jantung, elastisitas vena, katup-katup kecil pada vena, dan daya kontraksi otot-otot kaki yang berfungsi seperti pompa yang mendorong darah untuk kembali ke jantung. Gangguan kronik pada salah satu atau kombinasi faktor-faktor tadi akan mengakibatkan bendungan pada vena yang pada akhirnya menjadi varises. Jika darah dari seluruh tubuh yang dipompa ke atas agar kembali ke jantung ini kembali lagi ke bawah, mekanisme aliran darah secara keseluruhan pun jadi terganggu. Darah bersih yang akan masuk pun jadi terhambat, yang berdampak pada terhambatnya suplai oksigen. Akibatnya, sel-sel tubuh yang tidak mendapat asupan makanan tadi jadi mudah capek dan akhirnya lebih cepat rusak karena dipaksa kerja terus-menerus tanpa mendapat suplai oksigen yang dibutuhkan.

Sebaliknya, zat-zat sampah yang seharusnya terbuang justru terserap hingga kulit di sekitar varises jadi kering. Ujung-ujungnya terjadilah komplikasi berupa perlukaan, borok atau ulkus yang sulit sembuh, dan memgakibatkan daerah sekitar varises jadi kehitaman.

KENALI FAKTOR RISIKO

Masih menurut dr. Dedy yang juga praktik di RS Mitra Keluarga kelapa Gading, Jakarta ini, munculnya varises dapat dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya faktor usia yang membuat elastisitas vena maupun kemampuan kerja katup jadi menurun.

Faktor lain adalah jenis kelamin dimana wanita lebih rentan mengalami varises akibat pengaruh hormon progesteron. Tingginya kadar hormon ini (yang antara lain memang bekerja melebarkan sekaligus “mengistirahatkan” dinding pembuluh vena) saat menstruasi, sepanjang kehamilan dan selagi menyusui membuat kaum Hawa berpeluang besar terkena varises. Ditambah kagi dengan kondisi kehamilan dimana beban rahim sekian belas atau puluh kilogram menekan pembuluh vena di panggul sehingga aliran darah balik ke jantung terbendung.

Faktor lain adalah riwayat varises dalam keluarga besar, penyakit kencing manis dan kolesterol tinggi. Masih ada sederet kebiasaan tak sehat yang ikut memperbesar munculnya peluang atau risiko terkena varises. Di antaranya kebiasaan merokok, menyilangkan kaki, mengenakan sepatu bertumit lancip dan tinggi (high heel), berjalan dengan menyeret kaki, kebiasaan bermalas-malasan, serta terlalu lama berdiri.

Semua kebiasaan buruk ini akan menghambat kelancaran aliran darah. Akibatnya, otot-otot kaki dipaksa untuk bekerja lebih keras agar bisa mengembalikan darah ke atas. Begitu juga kelewat lama duduk maupun berbaring yang notabene berarti tidak memberdayakan otot-otot tungkai hingga lama-kelamaan akan membuat otot-otot tubuh jadi pasif.

Penanganan varises tentu harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Bisa dengan pemberian obat minum, suntikan, penanganan memanfaatkan laser, ataupun melalui pembedahan. Akan tetapi, tukas dr. Dedy, semua bentuk penanganan tadi tidak akan efektif kalau tidak dibarengi dengan pemakaian stoking khusus. Stoking yang terbuat dari bahan khusus ini dirancang agar mampu “memegang” pembuluh vena sedemikian rupa. Tekanannya diatur sedemikian rupa akan membantu otot dan dinding vena bisa kembali bekerja secara maksimal.

BUKAN CUMA DI KAKI

Selain kaki, vagina pun bisa jadi incaran varises, lho! Bedanya, varises vagina yang kerap terjadi pada saat hamil ini umumnya tak menimbulkan keluhan pada penderitanya. Dokter biasanya tak mengambil tindakan apa pun. Kenapa? Karena akan hilang dengan sendirinya usai melahirkan seiring dengan kembali normalnya kadar hormon progesteron dan estrogen.

Namun, mengingat risiko terjadinya perdarahan saat persalinan, ibu hamil yang mengalami varises vagina biasanya dianjurkan melahirkan secara sesar dan bukan persalinan normal. Tindakan ini diambil karena dikhawatirkan akan membuat pembuluh darahnya pecah dan memunculkan masalah baru, misalnya perdarahan.

Varises bisa juga muncul di rongga perut bagian bawah yang bisa memperbesar kemungkinan infertilitas atau kekurangsuburan. Hal ini bisa terjadi karena berkurangnya suplai oksigen dan zat-zat penting lain yang tentu akan ikut menurunkan mekanisme pembuluh-pembulh darah yang berperan penting dalam menentukan kesuburan wanita.

CARA MENGATASI

Banyak tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi varises.  Berikut langkah-langkah yang dianjurkan:

– Perbanyak asupan makanan berserat (buah-buahan dan sayuran) agar BAB lancar. Sementara asupan daging dan makan berprotein tinggi secukupnya saja. Soalnya, makanan jenis ini akan lebih lama berada di dalam usus sekaligus bersifat memadatkan feses yang nantinya akan sulit untuk dikeluarkan.

– Asupan Vitamin C harus cukup karena bersifat menyembuhkan peradangan yang terjadi di pembuluh vena sekaligus memulihkan fungsi otot-otot tubuh yang lelah.

– Jika tuntutan pekerjaan membuat kita terpaksa berdiri maupun duduk terlalu lama, selingi dengan berjalan-jalan sebentar. Atau lakukan gerakan menekuk dan meluruskan kaki secara bergantian.

– Usahakan menjaga berat tubuh agar senantiasa mendekati berat ideal. Ingat, bobot tubuh yag berlebih hanya akan semakin membebani kaki dan memaksa otot-otot tungkai bekerja ekstra keras menahan berat badan.

– Lakukan olah raga secara teratur. Mereka yang memiliki berat badan normal, bebas memilih olah raga apa saja. Sedangkan jalan kaki, sepeda statis dan renang merupakan olah raga yang amat disarankan untuk dijadikan pilihan bagi mereka yang bertubuh subur. Dengan rutin berolah raga, otot-otot yang berfungsi memompa darah pun jadi terlatih dan semakin kuat.

– Kurangi kebiasaan mengangkat beban berat yang hanya akan memperbesar risiko terkena varises.

– Saat tidur, sebaiknya posisikan kaki lebih tinggi dari jantung agar darah dari seluruh tubuh lancar mengalir kembali ke jantung untuk dibersihkan.

– Hindari pemakaian alas kaki dengan hak yang tinggi maupun terlalu datar. Keduanya sama-sama tidak mendukung lengkungan kaki. Idealnya, gunakan alas kaki dengan ketinggian hak sekitar 2-3 cm. Pemakaian alas kaki yang pas otomatis akan membuat kita berjalan dengan tidak benar. Inilah yang akan memicu atau memperparah gangguan varises.

– Berjalanlah dengan benar. Yakni dengan gerakan mengayuh, bukan menyeret kaki.

– Jalani pola hidup sehat untuk meminimalkan terkena risiko varises. Kalaupun terlanjur terkena, gangguannya tidak akan berkembang secara progresif jika kita memiliki pola hidup yang sehat.

– Minimalkan atau hindari kebiasaan menyilangkan kaki. Gerakan ini akan memperparah hambatan aliran darah.

SEKAR/Edisi 76/12, 08-22 Februari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: