SEPIRING BERDUA

27 Feb


Ibu hamil makan bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga janinnya. Itu sebab, pola makan dan asupan zat-zat gizinya harus diperhatikan benar.

Kendati kehamilan merupakan sesuatu yang wajar dan tak perlu disikapi secara berlebihan, qbukan berarti ibu hamil boleh mengabaikan asupan makanannya. Soalnya, tumbuh kembang janin amat dipengaruhi apa dan bagaimana kualitas makanan yang masuk ke tubuh ibu. Meski begitu, bukan berarti pola makannya lantas berubah, lo. “Sama saja, kok, seperti orang yang enggak hamil, yakni 3 kali makanan utama berupa nasi lengkap dengan lauk-pauk hewani dan nabati serta sayuran,” papar Dr. Dadang A. Primana, MSc., Sp. Gz., Sp.KO dari Klinik Gizi Buah Batu, Bandung.

Makanan utama ini, lanjutnya, bisa dikonsumsi pukul 7.00, 13.00 dan 19.00. Disamping tentunya makanan kudapan sebanyak 2 kali pada pukul 10.00 dan 15.00, serta susu 1-2 kali sehari masing-masing 150-200 cc yang terbuat dari 20 gram susu bubuk. “Tak harus susu khusus untuk ibu hamil, kok. Bisa susu apa saja asalkan mengandung kalsium, protein, lemak, vitamin dan mineral-mineral lain yang dibutuhkan tubuh,” tutur Dadang. Selain, aromanya disukai si ibu, tak terkontaminasi kuman hingga tak menimbulkan gangguan kesehatan semisal diare, serta mudah didapat di pasaran dan harganya terjangkau.

Menurut Dadang, bila sejak sebelum hamil, si ibu sudah terbiasa makan dengan benar mengikuti pola tersebut, tentu akan sangat menguntungkan karena tinggal meneruskan saja. Hanya saja, selama hamil, porsi makannya perlu diperbesar karena ibu hamil makan berdua janin. Sementara buat ibu hamil yang sejak sebelum hamil sudah kacau pola makannya, setelah hamil, mau tak mau harus belajar mengikuti pola makan tersebut.

SULIT MAKAN

Sejak awal kehamilan, porsi makan si ibu harus sudah ditambah. Memang, pada trimester pertama biasanya muncul keluhan mual-muntah, hingga si ibu mengalami sulit makan, tapi tetap harus dipaksakan makan. Ingat, di rahim ibu ada janin yang sedang tumbuh dan berkembang! Bila susah makan berlangsung terus-menerus dalam waktu cukup lama, tentu akan berdampak buruk buat si ibu maupun janinnya. Antara lain, ibu mengalami kekurangan gizi yang berakibat pada gangguan pertumbuhan janin, hingga berkemungkinan besar melahirkan bayi dengan BBLR.

Jadi, meski mual-muntah tetap harus dipaksakan makan, ya. Tentu saja tak harus mengikuti pola makan yang sama dengan mereka yang tak mengalami keluhan apa pun. Menyiasatinya, Dadang menyarankan agar makan dalam porsi kecil tapi sering. “Si ibu bisa makan 4-5 kali sehari, ditambah 2-3 kali ngemil serta 3-4 gelas susu.” Agar mudah tertelan, lebih baik makanan utama berupa nasi lembek dengan lauk-pauk hewani dan nabati, serta sayuran yang dipotong-potong kecil. Tiga puluh menit sebelum makan makanan utama bisa dicoba untuk merangsang selera makan dengan sedikit makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti roti ditambah gula atau meises, tapi jangan pakai mentega atau olesan lainnya karena hanya akan membuat ibu kenyang sebelum makan. Sementara makanan selingan, sebaiknya pilih buah, crackers atau makanan/kue-kue mungil basah bercita rasa enak dengan bentuk menarik, ditambah susu agak encer yang dikonsumsi 3-4 kali sehari. Selain itu, hindari makanan yang beraroma kuat atau menyengat baunya yang hanya memperparah keluhan mual-muntah.

Jika awalnya dirasa agak berat, saran Dadang, abaikan dulu porsinya, yang penting sesuai jadwal. Setelah bisa mengikuti irama tersebut, porsi makanan tentu saja harus ditambah sedikit demi sedikit hingga semua tambahan zat-zat gizi yang dibutuhkan bisa terpenuhi. Sementara nafsu makan bisa ditingkatkan dengan pengolahan dan penyajian yang beragam maupun variasi sumber makanan itu sendiri. Bumbu masak alamiah seperti kunyit, sereh atau bawang boleh ditambahkan untuk menggugah selera makan. Akan tetapi jangan pernah membubuhkan MSG, karena dikawatirkan bisa memicu terjadi kanker dan kerusakan sel-sel otak.

SEIMBANG DAN PROPORSIONAL

Tak kalah penting, ibu hamil juga harus mengutamakan prinsip makanan bergizi seimbang, beragam dan bervariasi. “Ini amat perlu mengingat semua zat gizi yang dibutuhkan hanya bisa tercukupi dari keanekaragaman sumber pangan yang dikonsumsinya dalam porsi seimbang dan pas sesuai kebutuhannya,” jelas Dadang. Dengan demikian, tak boleh ada salah satu jenis makanan yang porsinya berlebihan sementara sumber makanan lain terlupakan. Bukankah tak ada satu pun makanan yang komplet mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh karena satu sama lain memang saling melengkapi?

Selain itu, pada ibu hamil, makan bukanlah sekadar makan. Artinya, asupan makanan ibu hamil amat menentukan derajat kesehatan si ibu maupun perkembangan janin yang tengah dikandungnya. Antara lain untuk pembentukan organ-organ penting, seperti otak dan jantung. Kekurangan mineral tertentu, semisal zat besi, bisa menjadi faktor penyulit kehamilan lantaran janin tak berkembang baik hingga cenderung BBLR. Sedangkan pada ibu, kekurangan mineral yang sama bisa membuat kondisi tubuhnya gampang letih dan lemas, hingga amat dikhawatirkan tak bisa berjuang optimal saat persalinan atau malah menyebabkan perdarahan yang sulit diatasi saat melahirkan.

Asupan makan berkualitas juga dibutuhkan untuk menunjang pembesaran organ-organ tubuh yang berhubungan dengan kehamilan, semisal rahim dan payudara, pembentukan ari-ari dan tambahan cairan serta cadangan lemak tubuh. Selain untuk mengatur metabolisme dan proses-proses lain dalam tubuh sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Guna memenuhi semua kebutuhan tersebut, ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kkal dibanding wanita dewasa yang tak hamil yang rata-rata per hari hanya butuh energi sekitar 1900-2400 kkal. Selain tambahan protein rata sebanyak 12 gram; vitamin A 200 IU; Tiamin 0,2 mg; Riboflavin 0,2 mg; Niasin 1,3 mg; vitamin B12 0,3 IU; asam Folat 150 IU; vitamin C 10 mg; Kalsium 400 mg; Fosfor 200 mg; besi 20 mg; Zinc 5 mg; Iodium 25 IU per hari.

Semua zat gizi tersebut ada pada berbagai makanan sumber protein hewani maupun nabati, serta sayuran dan buah-buahan. Untuk makanan utama, sebaiknya dipilih dari sumber karbohidrat seperti nasi, roti, atau kentang; sumber protein hewani seperti ikan, ayam, daging, telur dan susu; sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu dan tempe; serta sayuran dan buah-buahan. Sedangkan kebutuhan akan tambahan kalsium yang cukup tinggi selama kehamilan bisa didapat dari susu, keju dan ikan berduri lunak. Sementara tambahan akan vitamin, mineral, lemak dan asam lemak esensial bisa diperoleh dari makanan asal hewani ataupun nabati, terutama pada ikan laut dalam, sea food, daging, ayam dan sayuran.

Perlu diketahui, dibanding sumber protein dan mineral nabati, sumber-sumber hewani umumnya mengandung asam amino esensial komplet selain mengandung zat besi yang disebut heme-iron. Zat besi jenis ini lebih menguntungkan karena mudah diserap usus sekaligus mudah pula dimanfaatkan tubuh. Kendati daging, ayam, hati, telur dan ikan merupakan sumber protein hewani yang amat dianjurkan, tapi makanan nabati terutama tempe juga merupakan sumber zat besi yang baik. Sementara sayuran sebetulnya mengandung zat besi tapi zat besinya yang disebut non-heme-iron relatif lebih sulit diserap usus.

Menu Sehari Untuk Yang Mual-Muntah

Untuk ibu hamil dengan keluhan mual-muntah, Dadang mencontohkan menu sehari sebagai berikut: pukul 06.00: susu agak encer; 07.00: nasi lembek atau nasi tim, telur mata sapi pakai kecap, tahu rebus dipotong kecil; 09.00: kue-kue kecil yang menarik; 11.00: nasi lembek, pepes ikan, sambal goreng tempe, sayur kimlo; 13.00: susu agak encer, buah yang dipotong kecil-kecil; 15.00: nasi lembek, daging semur, pepes tahu, sayur asem; 17.00: kue-kue kecil yang menarik; 19.00: nasi lembek, ayam goreng, sup sayuran dengan tahu; 20.00: susu agak encer.

Pola Makan Ibu Hamil Dengan Penyakit Tertentu

Buat ibu hamil yang mengidap penyakit tertentu, pola makannya sama saja. Hanya, ada makanan tertentu yang harus dikurangi atau dibatasi sesuai penyakit yang dideritanya. Ibu hamil yang menderita tekanan darah tinggi maupun preeklampsia, misal, “mesti membatasi konsumsi garam atau makanan berkadar garam tinggi seperti ikan asin, telur asin atau makanan restoran yang sangat gurih karena ditambah vetsin yang banyak,” kata Dadang. Begitu juga makanan olahan yang dikemas dalam kaleng, plastik ataupun botol.

Ibu hamil yang menderita diabetes mellitus maupun yang pertambahan BB-nya sudah melampaui batas, disarankan menghindari makanan manis-manis. Pertimbangannya, makanan seperti ini biasanya mengandung zat gizi karbohidrat sederhana atau high refined carbohydrate yang mudah dicerna sekaligus dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Selain mempengaruhi sistem hormonal, memicu kegemukan dan memacu pertumbuhan janin yang sangat cepat, hingga berpeluang melahirkan giant baby yang umumnya menjadi faktor penyulit persalinan.

Bukan cuma itu, karbohidrat jenis ini pun akan langsung diserap oleh usus, hingga terjadi pengosongan lambung dan usus yang juga berlangsung sangat cepat. Padahal lambung yang sering kosong bila disertai pengeluaran asam lambung berlebih kerap menjadi penyebab gangguan mag. Tambah repot, kan?

Seputar Problema Makan

Tak sedikit ibu hamil yang mengalami gangguan makan selama kehamilan akibat ada perubahan hormonal dalam tubuhnya, terlebih di awal kehamilan saat tubuh belum mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tadi. Padahal perubahan hormonal ini biasanya akan mengacaukan sistem metabolisme dan fungsi pencernaan, termasuk perubahan selera makan si calon ibu. Misal, makanan yang semula jadi kesukaannya kini justru dirasa tak enak, kehilangan selera makan, tak bisa “nyentuh” nasi/makanan tertentu, atau terpaksa menyantap buah-buahan melulu untuk menekan rasa mual-muntahnya.

Bila gangguan makan muncul dalam ujud tak mau makan nasi, menurut Lilik Sri Hartati Raubun, SKM bisa diakali dengan makanan pengganti yang sama-sama sumber karbohidrat, semisal kentang, roti, dan umbi-umbian. Selain harus ada usaha ekstra dari si ibu hamil untuk mengatasi keluhannya mengingat makan amat perlu buat si ibu dan janinnya.

Untuk ibu hamil yang mengalami mual-muntah berlebih, saran Lilik, roti bakar bisa dicoba. Meski digigitnya mungkin agak keras, makanan jenis ini mudah dicerna dan tak langsung diserap jadi energi yang bisa memicu kegemukan lantaran karbohidratnya berbentuk polisakarida yang lewat proses pemanasan berubah jadi disakarida.

Ibu hamil yang tak mau makan sayur pun, lanjut Kasie Bidang Penunjang Medik II RS Kanker Dharmais, Jakarta ini, sebetulnya tak kelewat dikhawatirkan kondisinya asalkan ia doyan buah-buahan dan sumber lain. Toh, fungsi sayur sebagai penyedia vitamin C dan serat bisa digantikan dengan buah-buahan. Sedangkan untuk yang maunya makan buah melulu perlu memperhatikan sensitivitas organ-organ pencernaannya terhadap tingkat keasaman, selain tetap harus mengupayakan asupan dari sumber makanan lain. Sebabnya, buah-buahan bila dikonsumsi berlebih, apalagi ditambah sambal dalam bentuk rujak atau manisan/asinan yang mengandung larutan cuka, cenderung mengiritasi dinding perut, yang justru akan menambah rasa mual atau malah menimbulkan gangguan diare. Dengan begitu, kalau makan buah-buahan dimaksudkan untuk sekadar menekan rasa mual-muntahnya, jumlahnya tak perlu berlebihan.

Selain disiasati demikian, mereka yang mengalami keluhan mual-muntah disarankan tak minum cairan apa pun dekat waktu makan. “Soalnya, cairan akan menambah volume, hingga membuat yang bersangkutan kenyang, sekaligus menambah rasa mual.” Dianjurkan tak minum 15-30 menit sebelum dan sesudah makan.

Th. Puspayanti/tabloid nakita/Rubrik Menyambut Si Kecil/edisi 117/10 Juni 2001

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: