AKUPUNKTUR ATASI MUAL-MUNTAH

28 Feb


Mual-muntah kerap dikeluhkan ibu hamil. Nah, coba, deh, jalani terapi akupunktur. Selain relatif murah,terapi bisa dilakukan di usia kehamilan berapa pun.

Akupunktur atau tusuk jarum sudah lama dikenal sebagai salah satu metode pengobatan untuk mengatasi berbagai keluhan. Ternyata mual- muntah akibat mabuk perjalanan dan kehamilan, juga bisa diatasi dengan akupunktur.Tentu saja, jelas Dr. Fransiskus Kristanto,pengobatan akupunktur sama sekali tak mengganggu kehamilan dengan catatan, “Dilakukan di titik tertentu yang memang bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan keluhan mual dan muntah.”

Toh, lanjut ahli akupunktur dari Bagian Akupunktur RSUPN Cipto Mangunkusumo, titik tersebut gampang dicari. Yakni, di lengan bawah bagian dalam, kira-kira berjarak 3 jari (telunjuk, jari tengah, dan jari manis) dari pergelangan tangan, di antara 2 tendon atau otot. Nah, di titik itulah akupunktur dilakukan guna menghilangkan atau setidaknya mengurangi keluhan mual-muntah. Pada wanita hamil dengan keluhan yang satu ini, terang Frans, biasanya ada semacam benjolan kecil di titik tersebut. Dengan pemijatan/penekanan saja, tandasnya, benjolan kecil itu akan hilang bersamaan dengan berkurangnya keluhan mual-muntah.

BISA ABORTUS

Semua dokter yang mendalami akupunktur, lanjutnya, tentu saja diharapkan menguasai titik tersebut maupun titik lain sesuai penyakit yang dikeluhkan pasien. Dengan begitu, dokter ahli akupunktur pun diharapkan mampu mencermati titik-titik mana saja yang memang tidak boleh dipijat, ditekan, maupun diakupunktur sepanjang kehamilan. Titik-titik tersebut yang di antaranya tersebar di tangan, kaki, sekitar perut, maupun punggung, jelas tak boleh diutak-atik. Alasannya,”Dikhawatirkan terjadi abortus. Atau paling tidak, terganggu kehamilan dan perkembangan janinnya.”

Celakanya, bukan tidak mungkin titik-titik terlarang tersebut justru disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, semisal sengaja ingin menggugurkan kandungan. “Untungnya, setahu saya tidak ada ekses-ekses negatif semacam itu dalam pengobatan akupunktur.”

Untuk yang keluhan mual-muntahnya ringan, sambung Frans, akupunktur di satu titik yang dalam istilah kedokteran disebut Poler ini, biasanya sudah cukup mempan/efektif mengatasi gangguan. Kalau belum mempan dengan 1 titik biasanya diperlukan 1-2 titik tambahan. “Bahkan tanpaakupunktur pun, keluhan mual-muntahnya bisa diatasi. Semisal dalam keadaan darurat pada mereka yang mengalami mabuk perjalanan, titik antimual tadi bisa dimanfaatkan.”

Caranya, sambung Frans, pasien bisa melakukan sendiri dengan memberi tekanan/pijatan cukup kuat di titik yang berhubungan dengan lambung tersebut untuk menghilangkan keluhan mual-muntah. Atau seperti yang banyak dilakukan di negara-negara Barat dengan menggunakan gelang magnet. Sementara untuk yang keluhannya agak berat, akupunktur tentu saja lebih efektif.

YIN DAN YANG TERGANGGU

Karena metode akupunktur tanpa obat-obatan, papar Frans, sebenarnya relatif lebih aman bagi siapa saja. Selain itu, pada dasarnya,”Akupunktur ingin mengembalikan keseimbangan Yin dan Yang seseorang yang mungkin terganggu karena berbagai sebab.” Di “mata” akupunktur, kondisi sakitberarti keseimbangan Yin dan Yang terganggu. Dengan akupunktur, ketidakseimbangan itu diharapkan kembali pulih agar sehat seperti sedia kala. Termasuk masalahmual dan muntah tadi.

Mual-muntah, contohnya, “Menurut akupunktur, kan, chi lambungnya naik ke atas. Nah, dengan menekan atau memberi rangsangan pada titik yang dimaksud melalui jarum akupunktur diharapkan chi-nya kembali turun atau normal, hingga tak mual lagi.”

Selain ketidakseimbangan Yin dan Yang, biasanya juga ada faktor lain yang menjadi penyebab suatu penyakit/ keluhan. Nah, faktor penyebab/pemicu inilah yang mesti digali. “Semisal enggak suka bau-bauan tertentu, ya, sebaiknya dihindari. Meski sebetulnya nanti lama-kelamaan bisa diperkuat.”

Itu sebabnya, “diagnosa” akupunktur pun tidak secara medis. Akan diamati ketidakseimbangan Yin dan Yang itu mengenai bagian tubuh yang mana. Jika sudah ketahuan, baru akan ditentukan terapi yang digunakan. Semisal ginjal yang lemah, lewat terapi secara perlahan akan diperkuat dan diperbaiki kemampuannya.

Kelebihan lain,akupunktur dapat dilakukan kapan saja. Artinya, kata Frans, tidak seperti obat-obatan modern yang sebaiknya dihindari pada usia kehamilan 0-12 minggu pertama, akupunktur bisa dilakukan pada usia kehamilan atau trimester berapa pun. Meski dalam pengobatan Barat, penyebab pasti munculnya keluhan mual-muntah itu sendiri belum jelas. Apakah melulu karena perubahan hormonal atau sebab lain sehingga penyebab maupun penanganannya tidak bisa digeneralisir. Semisal dengan pemberian vitamin B6 sebagai obat antimual.

BUKAN BENDA ASING

Jadi, untuk mengatasi mual-muntah, dasar kerja akupunktur dengan menetralisir chi, maupun merangsang saraf-saraf yang terkait sekaligus memacu neurohormonal. Bukankah salah satu penyebab mual-muntah saat hamil adalah lantaran adanya perubahan/ketidakseimbangan hormonal? Nah, ketidakseimbangan hormonal itulah yang kemudian dinetralisir dengan tusuk jarum.

Keistimewaan lain, imbuh Frans, untuk menjalani terapi akupunktur, tak ada satu pun penyakit/gangguan medis yang jadi “pantangan”. Sebab, akupunktur sama sekali tak memasukkan benda kimia atau benda asing, hingga relatif aman buat si ibu maupun janinnya. Tubuh pasien sendirilah yang diharapkan mampu memperbaiki atau “mengobati” keluhan tadi.

Pada dasarnya akupunktur bisa untuk siapa saja. Jadi, mereka yang menderita varises atau darah tinggi maupun keluhan lain pun tak perlu takut untuk datang berobat. Begitu juga mereka yang mengidap penyakit jantung, ginjal, maupun kelainan hormonal justru amat dianjurkan mencoba terapi pengobatan yang berasal dari daratan Cina ini. Kendati bila memungkinkan, kondisi fisik yang bersangkutan sebaiknya harus fit. Sebab semakin fit seseorang, kian baik pula aliran darahnya dan semakin bagus juga bioenergi yang dialirkan.

Tak ada pula makanan dan minuman maupun pola hidup tertentu yang perlu dijauhi, seperti halnya pada terapi pengobatan lainnya. Selain, tak perlu ada persiapan khusus, hingga praktis jauh lebih mudah.

Efek sampingnya pun, bilang Frans, relatif tidak ada. “Paling-paling rasa nyeri dan bekas tusukan jarum tadi atau sedikit perdarahan di bawah kulit yang bakal hilang dengan sendirinya hingga tak perlu penanganan khusus.” Toh, ujarnya, bekas tusukan jarumnya pun tak sampai berwarna biru. Kalaupun sampai berwarna biru umumnya karena sembab akibat terlalu tegang atau terjadi perdarahan di bawah kulit.

MERASAKAN SENSASI

Secara teknis, terang Frans, jarum akupuntur akan ditusukkan pada titik sesuai dengan keluhan pasien. Setelah itu, jarum dibiarkan tertancap selama 5 menit kemudian dirangsang dengan diputar-putar.

Dengan perangsangan ini diharapkan sensasi penjarumannya, yakni seperti rasa kesetrum bisa sampai ke jari tengah. Kalau sudah terasa ke jari tengah, berarti pengobatan yang diberikan sudah mulai memberi reaksi. Lima menit kemudian dirangsang lagi dengan cara yang sama selama semenit, kemudian ditinggal lagi selama 5 menit. Begitu seterusnya sampai sekitar 30 menit untuk setiap terapi.

Untuk mereka yang gangguannya ringan, biasanya dengan sekali terapi saja keluhannya sudah hilang. Dari sekitar 40 pasien wanita hamil yang pernah ditanganinya, tutur Frans, ada yang keluhannya langsung hilang. Bahkan, akunya, ada pasien yang sudah direkomendasikan menjalani rawat inap untuk bedrest karena keluhan hiperemesis gravidarum atau mual-muntah berlebihan tapi setelahmenjalani akupunktur, ternyata keluhan mual-muntahnya malah hilang sama sekali tanpa harus menjalani rawat inap.

Namun ada pula yang mual-muntah terus setiap saat. Untuk yang memerlukan beberapa kali terapi seperti ini, “Tak perlu datang setiap hari. Bisa saja hari ini diterapi, lalu baru datang lagi 2 hari kemudian. Ataujika keluhan mual-muntahnya datang dan tak lagi tertahankan, baru datang lagi.”

Sementara untuk penggunaan jarum, jika keluhannya ringan, umumnya cukup menggunakan satu jarum, yaitu di satu titik tangan kanan dan kiri. Untuk melihat cukup-tidaknya penggunaan jarum, papar Frans, akan dilihat dari respon tubuh pasien. Bila respon tubuh dianggap cukup baik, frekuensi kedatangan pun cukup saat keluhan datang menyerang. Sebaliknya, bila respon tubuh tidak cukup baik, perlu ketekunan untuk teratur berobat.

Jadi, untuk mereka yang keluhannya berat, boleh jadi 1 jarum tiap kali datang dianggap tak cukup, hingga perlu tambahan jarum. Saat ini, jelas Frans, jarum akupunktur yang digunakan umumnya jarum yang langsung dibuang setelah dipakai. Toh harganya relatif sangat murah, berkisar antara Rp 500-Rp 1.000. Kalaupun pasien keberatan, bisa membeli jarum yang bisa dibawa pulang agar dapat dipakai lagi untuk terapi berikutnya. “Meski yang sekali buang pasti lebih praktis dan bisa dijamin sterilisasinya,” tukas Frans.

RELATIF MURAH

Dengan metode pengobatan akupunktur, diharapkan mereka yang semula mengalami keluhan mual-muntah selama hamil, tak lagi terganggu. Jadi,bisa kembali makan enak dan kecukupan gizi untuk dirinya maupun si janin dapat terpenuhi. Tak perlu pula sampai meninggalkan semua aktivitas karena mesti bedrest, misalnya.

Tentu saja dokter ahli akupunktur tak bekerja sendirian dalam menangani pasiennya. Kerja sama dengan para dokter ahli dari bagian lain semisal kulit, mata, kandungan, dan penyakit dalam amat diharapkan.

Biayanya pun masih terjangkau untuk kalangan kebanyakan. Di RSUPN Cipto Mangunkusumo, contohnya, untuk sekali berobat pasien baru cuma dikutip sekitar Rp 40 ribuan. Sedangkan untuk pasien lama sekitar Rp 30 ribuan. Tak heran kalau Bagian Akupunktur rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia ini rata-rata setiap hari bisa melayani 60-80 pasien.

Th. Puspayanti/tbloid nakita/Rubrik Menyambut Si Kecil/edisi 142/2 Desember 2001

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: