KIDDY CUTS: JADIKAN KONSUMEN CILIK SEBAGAI RAJA

28 Feb

Salon khusus untuk anak yang satu ini bisa menjadi solusinya.Memotong rambut balita merupakan kerepotan tersendiri bagi orang tua, sementara salon khusus untuk anak pun bisa dihitung dengan jari. Tak lain karena anak usia ini sulit diharapkan untuk bisa bekerja sama dengan baik. Maklum, balita amat “hobi” bergerak, hingga tak bisa diharapkan untuk duduk anteng sampai proses pengguntingan rambut berakhir. Belum lagi jika si anak menangis hebat dan tak mau lepas dari gendongan orang tua. Untuk meminta apalagi mengatur si anak harus begini-begitu, jelas tak mungkin. Padahal, jika hasilnya tak bagus, semisal potongannya tak rata akibat ulah si anak, pihak salon juga yang kena getahnya “dimarahi” orang tua. Itu sebab, salon khusus untuk anak nyaris tak pernah kita temui.

Namun begitu, Rudy Hadisuwarno, justru “tak gentar” menghadapi ulah bocah-bocah cilik ini. Penata rambut ternama ini justru melihatnya sebagai peluang pasar yang punya prospek bagus. Apalagi selama 30 tahun lebih menggeluti dunia tata rambut, tak jarang ia kedatangan tamu cilik. Dari situ ia mendapat “ilmu” bagaimana harusnya menghadapi anak. Ternyata, sederhana saja, kok. “Saya berusaha memahami dunia anak,” ungkapnya. Tak heran bila akhirnya Rudy, yang selama ini salon-salonnya dikhususkan buat konsumen remaja dan dewasa, “berani” membuka salon khusus untuk anak yang diberi nama Kiddy Cuts, sejak 2 Mei lalu sementara soft opening-nya berlangsung sehari kemudian.

KURSI KHUSUS

Berangkat dari konsep ingin memahami dunia anak itulah Rudy dan rekan bisnisnya dari Grup Panorama, memberi sentuhan-sentuhan khas anak pada Kiddy Cuts. Agar anak bisa anteng selama didandani, misal, Kiddy Cuts menyediakan kursi khusus berupa mainan kesukaan anak yang kerap dijumpai di arena bermain di pertokoan atau taman-taman bermain. Ada yang berupa mobil-mobilan, panser, kapal terbang, bebek, dan binatang-binatang lucu lainnya. Hanya saja, “kursi” itu tak dikonsep multifungsi untuk mengeramasi, hingga acara cuci rambut terpaksa dipisahkan ke pojok khusus.

Penataan perabot interior yang unik itu juga ditunjang permainan tata warna yang menarik. Pilihannya jatuh pada warna-warna primer dan mencolok, seperti kuning, merah, biru dan hijau, hingga terlihat rame sesuai dunia anak. Tak hanya itu, Kiddy Cuts juga “memanjakan” tamu-tamu ciliknya dengan menyuguhkan tayangan film-film kartun kegemaran anak lewat TV kabel persis di depan “kursi” tadi. Bahkan, ada pula counter mini khusus aksesori rambut, seperti bando, bandana, jepit rambut, maupun produk khusus untuk rambut anak semisal sampo.

Buat orang tua yang mengantarkan anaknya memotong rambut di situ, Kiddy Cuts pun menyediakan tempat khusus untuk pelayanan penataan rambut. Dengan begitu, seraya menunggui buah hatinya, orang tua bisa rileks sejenak sambil creambath, misal. “Pokoknya, semua terlayani di sini karena konsep kami memang one stop shopping,” terang Rudy yang cukup optimis mengembangkan Kiddy Cuts di tempat lain di Jakarta maupun kota-kota besar lain di Indonesia.

MENJAGA KUALITAS

Kendati menggandeng pihak-pihak lain sebagai rekan bisnisnya, tapi untuk urusan teknis mengenai rambut ditangani sepenuhnya oleh Rudy. Para stylist-nya dipilih dari salon-salonnya yang tersebar di seantero Jakarta. Mereka adalah alumni Sekolah Tata Rambut Rudy Hadisuwarno yang dikenal amat strik menjaga kualitas. Bila di tempat-tempat kursus lain hanya dengan 1-2 bulan kursus, misal, siswa boleh buka salon sendiri, tak demikian halnya dengan Rudy yang menyelenggarakan paket serupa tapi jadwalnya padat. Siswa wajib hadir di kelas 5 hari seminggu dari 10.00 hingga 15.00, selama 7 bulan. “Jadi betul-betul seperti sekolah,” bilang Rudy yang mengaku “terpaksa” mencintai dunia ini lantaran tuntutan ekonomi keluarganya saat itu.

Demi menjaga kualitas pula, Rudy mewajibkan siswa yang sudah menyelesaikan pendidikannya untuk menjalani magang minimal selama 2 bulan di salon-salon Rudy sambil menunggu jadwal ujian negara. Bila ingin membuka salon sendiri, mereka disyaratkan mengikuti jenjang pendidikan lebih tinggi, selain harus lulus ujian negara dan ujian internasional. Tak heran jika para lulusannya bisa “melenggang” mudah bekerja di salon-salon internasional.

Untuk Kiddy Cuts pun, para ,I>stylist-nya mutlak disyaratkan mengikuti trainingtambahan selama 2 minggu dan mencintai anak-anak. “Wah, bisa repot kalau tidak suka anak kecil,” ujar Rudy yang sempat merampungkan studinya di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Trisakti ini.

Sebetulnya, lanjut Rudy, melayani tamu cilik memiliki faktor kesulitan yang sama tinggi dengan tamu dewasa. Begitu juga soal waktu pengerjaan, sekitar 20 menit untuk setiap kepala. Persamaan inilah yang mendorong Rudy mematok tarif yang sama pula, yakni Rp 70 ribu untuk sekali potong.

Sayangnya, Kiddy Cuts belum berani menerima permintaan pelanggan untuk menggunduli kepala bayi. “Maaf, saya belum bisa dan memang takut,” kata sulung 4 bersaudara ini dengan mimik serius.

Alamat Kiddy Cuts by Rudy Hadisuwarno :
Plaza Senayan,
Level 3 #338A-340A
Jl. Asia Afrika No.8
Jakarta 10270
Telp. (021) 572 5244
http://www.kiddycuts.net

Th. Puspayanti/tabloid nakita/Rubrik Teropong/edisi 111/30 April 2001

3 Responses to “KIDDY CUTS: JADIKAN KONSUMEN CILIK SEBAGAI RAJA”

  1. hary May 4, 2012 at 4:39 pm #

    Anak saya usia 1,5 tahun dan sudah membuat member untuk Kiddy cut di Summarecon Mall Serpong, ketika potong rambut kemarin pelayanan di kiddy cut Summarecon sangat tidak memuaskan… Saat saya datang kesekian kalinya untuk memotong rambut anak saya, hasilnya benar-benar kurang memuaskan, tidak sesuai dengan yg di harapkan, tidak rapi, yang paling parah lagi guntingan rambutnya tumpah ke wajah anak saya, saya sampai marah sekali melihatnya, ketika anak saya menangis mereka kurang pandai menghibur ( beda dengan yg sebelumnya ) saya jg complaint sama mbaknya yg posisi sbg kasir ( saat itu sedang hamil) agar di rapikan rambut anak saya, tp dapat jawaban yg kurang memuaskan…. Saya d suruh datang lain hari saja karena anak saya sedang menangis… Waah betul2 tdk profesional kerja mereka, karena kesal saya putuskan utk tdk meneruskan memotong rambut anak saya d Kiddy cut summarecon serpong, saya bingung harus complaint kemana saat mengalami kejadian sperti itu…. Mohon untuk management Kiddy cut SMS (Summarecon Mall Serpong) supaya kejadian sperti ini tdk terulang kembali kpd yg lain, agar para stylist/kasirnya di berikan pelayanan prima, agar simbol “jadikan Kosumen cilik sbg Raja” dapat terpenuhi

    • threspuspa May 14, 2012 at 9:50 pm #

      Banyak maaf Pak Hary, saya ikut prihatin dengan kejadian yg menimpa putra Anda. Tp perlu saya tegaskan bahwa saya memasukkan artikel ini ke dalam blog pribadi saya hanya dengan keinginan mengumpulkan “koleksi” tulisan saya yang pernah dimuat di media. Saya bukan humas & tidak ada kaitan sama sekali dg Kiddy Cuts atau pihak mana pun. Apa yang saya tulis adalah “benar” berdasarkan informasi yg sy terima dari pihak manajemen yg mengundang kami para insan pers 11 tahun yg lalu. Sangat mungkin manajemen sudah berpindah tangan, visi dan misi sudah berbeda arah dsb. Terima kasih.

  2. hary May 15, 2012 at 1:40 am #

    threspuspa yang baik…. iya sangat mungkin sekali manajementnya sudah berpindah tangan, mungkin lain kali kita sendiri yang harus berhati-hati untuk memilih Kiddy Cuts, dan artikel yang dimasukan oleh threspuspa memang tidak salah koq, bila manajementnya masih berada dibawah Rudy Hadisuwarno pasti masih profesional Stylistnya, awalnya saya bingung akan diteruskan kemana keluhan saya, kebetulan saya baca artikel yang dibuat oleh Threspuspa koq agak berbeda dengan yang saya alami di Kiddy Cuts Summarecon, Sebelumnya juga saya mohon maaf telah berkomentar ke blok Pribadi anda.
    Terimakasih….

    Salam
    Hary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: