PRIA JUGA BISA ORGASME BERULANG KALI

29 Feb


Siapa bilang multiple orgasm hanya monopoli pihak istri? Suami juga bisa, kok. Asalkan tubuh tak loyo, selain mampu mengontrol emosi, konsentrasi, dan otot-otot panggul.

Boro-boro bisa berulang kali, sekali aja udah hebat,” begitu tanggapan yang kerap dilontarkan orang soal orgasme. Pasalnya, terang Dr. Ferryal Loetan, Sp.RM, MMR, untuk bisa mencapai orgasme yang merupakan puncak kepuasan berintim-intim, memang bukan soal mudah. Sementara seseorang dikatakan mencapai orgasme berulang bila dalam satu periode ia mencapai puncak kenikmatan lebih dari satu kali. Tak heran bila buat banyak orang, terutama mereka yang mengalami gangguan, multiple orgasm atau orgasme berulang kali boleh jadi cuma sebatas angan-angan.

Padahal, tegas seksolog ini, orgasme berulang bisa dicapai baik oleh pria maupun wanita. “Hanya saja wanita jumlahnya jauh lebih banyak dibanding pria. Begitu juga frekuensinya.” Artinya, hanya segelintir pria yang bisa mengalami orgasme berulang kali. Mereka ini biasanya sudah memiliki jam terbang tinggi alias sudah berpengalaman.

Sebab, setiap kali orgasme, pria akan mengalami ejakulasi alias keluarnya air mani. “Sementara untuk mempertahankan ejakulasi, enggak gampang, lo. Selain perlu pengalaman, dia harus bisa memusatkan konsentrasi, disamping kemampuan mengontrol emosi. Artinya, mampu bersikap tenang, sabar alias enggak terburu nafsu. Begitu pula soal kecakapan melatih kontraksi otot-otot dasar panggul.”

Yang jelas, yang sudah pengalaman pun tidak bisa dipastikan bakal selalu mencapai orgasme berulang. “Pada dasarnya, egoisme laki-laki tinggi. Ia cenderung ingin memuaskan diri lebih dulu tanpa mikirin pasangan.”

PERLU PERJUANGAN KERAS

Pendek kata, pria mana pun bisa, asalkan mau, sudah dewasa, dan punya pasangan tetap. Karena tanpa istri, yang bersangkutan jelas tak mungkin melampiaskan dorongan seksualnya sekaligus memperoleh pengalaman berharga. Pasalnya, bila dilakukan dengan pasangan tidak tetap semata-mata karena dorongan iseng, sama sekali tak bisa dijadikan patokan karena kondisi emosionalnya sangat labil. Misalnya ia takut ketahuan atau khawatir membuahkan hasil padahal terlarang.

Untuk bisa mencapai orgasme, si pria harus punya kesadaran penuh dan usaha keras atau perjuangan tersendiri. Kendati lelaki lebih mudah terangsang karena alat kelaminnya di luar bukan berarti gampang memperoleh orgasme berulang. Mustahil pula diperoleh dengan sendirinya.

Hingga bisa dibilang, laki-laki yang berhasil mencapai orgasme berulang sebetulnya adalah mereka yang cenderung memperhatikan kepuasan pasangannya. Dengan kata lain, perolehan multiple orgasm tak lain adalah “bonus” dari kerja keras dan pengorbanannya, selain tumbuh kepuasan tersendiri kalau ia bisa membuat pasangannya mencapai kepuasan berulang kali. Paling tidak, ia merasa diri sebagai laki-laki hebat/jantan.

Begitu ejakulasi, pria bersangkutan mau tak mau harus melewati fase resolusi. Energinya seolah terkuras habis sementara libidonya pun menurun, hingga ia membutuhkan istirahat lebih dulu sebelum “maju perang” lagi. Fase resolusi ini berlangsung rata-rata sekitar sejam. “Makin lama makin panjang waktunya seiring dengan bertambahnya usia.” Jika fase tadi sudah dilewati, berarti ia harus memulai periode baru, dengan perangsangan baru lagi, dan seterusnya. Itu sebabnya secara teoritis, begitu ejakulasi, pria akan langsung selesai. Hingga jika ingin orgasme 2 atau 3 kali, yang bersangkutan harus bisa menahan ejakulasinya agar terjadi hanya pada yang terakhir.

LEBIH MUDAH TERANGSANG

Pada wanita, pencapaian ini tidak mengenal batasan waktu mengingat rangenya sangat luas. Ada yang dalam hitungan menit sudah bisa orgasme, tapi ada juga yang butuh waktu berjam-jam untuk mendapatkannya. Penyebabnya bisa karena sensitivitasnya yang sudah berkurang, hingga perlu waktu pemanasan cukup lama. Lalu bagaimana kadar kenikmatan masing-masing orgasme, apakah sama antara yang pertama, kedua dan seterusnya.

Pada wanita, jelas Ferryal, orgasme kedua dan seterusnya justru kian terasa nikmat. Sebabnya, wanita yang dalam keadaan spanning tinggi mau tak mau orgasme cepat terjadi. “Biasanya wanita yang bisa mencapai multiple orgasm adalah yang mudah dirangsang. Dialah yang cepat mencapai puncak kenikmatan pertama, hingga memperoleh orgasme kedua, ketiga, dan seterusnya bisa dengan lebih mudah lagi. Tentu saja asalkan si suami juga mampu bertahan. Kalau tidak, ya, bagaimana caranya si istri mau mendapat kepuasan berlipat ganda?”

Pada wanita tidak dikenal fase pemulihan seperti halnya pada laki-laki. Dengan kata lain, ia tak perlu melalui fase resolusi. Jika rangsangan masih terus berjalan, dorongan seksnya bisa meningkat lagi hingga bisa berakhir dengan orgasme kedua dan seterusnya.

Kalau perangsangan berhenti, jangan harap bisa mendapat orgasme kedua dan ketiga. “Boleh dibilang, peran suami amat besar dalam mengkondisikan si istri mencapai multiple orgasm.”

Menurut Ferryal, orgasme berulang pada wanita bisa didapat sambil lalu. Dalam arti, fisiknya mudah terangsang karena tempat-tempat sensitif di tubuhnya sangat mudah ditemukan. Semisal puting payudaranya sangat sensitif, dan sebagainya. Meski mereka yang berbadan subur bisa jadi tingkat sensitivitas berkurang karena timbunan lemaknya. “Biasanya tempat-tempat sensitifnya lebih sulit ditemukan kendati tidak selalu demikian.”

Lagi-lagi tergantung sensitivitas masing-masing. Belum lagi lokasi sensitivitasnya juga beragam. Ada yang baru dicium lehernya sudah sangat terangsang dan bisa langsung orgasme. Tapi perangsangan sama belum tentu mendatangkan efek yang sama pula pada waktu yang berbeda. Apalagi pada individu yang berbeda.

Kesehatan Mesti Prima

Untuk mendapat orgasme berulang, kata Ferryal, suasana sangat pegang peranan. Yang serba terburu-buru, jelas jadi pantangan. Itu sebabnya harus punya tenggang waktu cukup yang memang dipersiapkan khusus untuk hubungan seksual. “Kalau terburu-buru, mustahil, deh. Paling-paling kejengkelan yang muncul.”

Di sisi lain, kedekatan psikis ikut berperan. Bila sedang emosi, labil, stres tinggi, jelas tak bisa. Kalau sedang jengkel/sebal pada pasangan, ya, jangan harap bisa memperoleh orgasme berulang.

Tentu saja selain syarat-syarat tadi, diperlukan kondisi kesehatan yang prima. “Gimanamau orgasme berulang kalau tubuh letoi?”, contohnya.

Kenali Siklus Haid

Sebetulnya, jelas Ferryal, suami bisa mengenali “grafik” libido istrinya dengan memanfaatkan pengenalan siklus haid. Bukankah gairah seksual seorang wanita berhubungan dengan kehidupan hormonalnya? Dengan kata lain terkait pula dengan siklus menstruasinya. Makanya ada masa-masa tertentu di mana hormon tadi sedang tinggi-tingginya yang membuat bersangkutan sangat mudah terangsang. Semisal menjelang menstruasi dan mendekati masa subur/saat pelepasan telur.

Memang, sih, tak selalu begitu. Bisa saja seorang wanita yang hormonnya sedang tidak tinggi, tapi emosinya sedang bagus, tiba-tiba libidonya meningkat karena bisa dengan mudah merespon rangsangan-rangsangan suaminya. Jadi, yang perlu dijaga adalah kondisi emosional si istri. Kalau suami bisa menjaga agar istrinya tidak bad mood, ia juga yang diuntungkan. Yang juga tak kalah penting adalah kemauan untuk mencari tahu daerah sensitif pasangannya.

Th. Puspayanti/tabloid nakita/Rubrik Seksologi/edisi 157

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: