PENTINGNYA PERSIAPAN PRAKEHAMILAN

9 Mar


Di minggu-minggu awal (0-8), semua organ penting janin mulai terbentuk. Sayangnya, si ibu tak bisa berbuat maksimal, hingga persiapan sebelum hamil amat dituntut.

Menurut dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, meski masih hidup secara sel, semua blue print (cikal bakal) organ tubuh dibentuk di usia 0-8 minggu yang akan disempurnakan menjelang umur kehamilan 17 minggu. Semisal jari-jemari yang sudah terpisah satu sama lain dan masing-masing memiliki kuku. Sayangnya, meski semua organ penting terbentuk di usia rawan ini, tahapan ini justru paling sulit dipantau. Baik oleh si ibu sendiri lewat tanda-tanda kehamilannya yang masih kerap meragukan, maupun janin yang belum menunjukkan gerakan/tanda-tanda kehidupan. Sebab pada tahap ini, ukuran hasil pembuahan masih dalam hitungan milimeter. Yang terlihat di USG hanyalah struktur yang menyerupai huruf C, sama sekali belum berujud manusia.

Kehidupan janin, jelasnya, dibagi menjadi 2 periode, yakni periode embrional (0-8 minggu) dan fetal (hingga 40 minggu). Sejak konsepsi sampai lahir, pertambahan berat badan berlipat ganda dari sekitar 0,0000175 sampai 3700 gram. Sementara panjang badan mengalami peningkatan dari 0,01 sampai 50 cm, di mana saat berusia 6 bulan panjang tubuhnya sudah mencapai 75 persen panjang lahir.

Itulah mengapa, tandasnya, kebahagiaan tak terkira saat mengetahui dirinya hamil, seyogyanya tak membuat wanita yang bersangkutan puas dan berhenti sampai di situ. Dalam arti, lantas tak berbuat apa-apa karena justru ada sederet tugas yang harus dilakukan si ibu maupun bapak untuk menjaga janin yang tengah dikandung si ibu.

HINDARI KONDISI POLUTIF

Kuncinya, tegas pengasuh Tanya Jawab Kebidanan dan Kandungan nakita ini, konseling prahamil pada kehamilan urutan berapa pun. “Untuk mendapatkan anak yang sehat, enggak bisa, dong, cuma istri yang dituntut harus begini-begitu supaya sehat. Lo, ini, kan ‘proyek’ mereka berdua. Kalau perlu lingkungannya juga harus betul-betul baik.”

Tak kalah penting, lanjutnya, gaya hidup pasangan suami istri itu sendiri sebelum si istri hamil. Seorang wanita perokok maupun perokok pasif, contohnya, harus berhenti merokok minimal 3 bulan sebelum dia hamil. Sebab, dalam rokok terkandung sekian banyak zat yang bisa merusak sel telur maupun sperma. Begitu juga lingkungan polutif yang antara lain mengandung timbal dari asap knalpot ataupun bakaran sampah plastik/pipa pralon PVC yang mengeluarkan racun dioksin.

Demikian pula dengan para calon ibu yang terpaksa bekerja di tempat-tempat berbahaya semisal pabrik pencelupan tekstil atau usaha furniture. Kalau setiap hari yang bersangkutan mencium thinner, cat semprot, bahan pengawet kayu atau zat-zat kimia lainnya, besar kemungkinan ia akan mengalami keguguran. Kalaupun kehamilannya bisa bertahan boleh jadi kualitas bayinya tak sebaik bayi yang dilahirkan dari ibu-ibu sehat.

Kepada mereka disarankan pindah dari lingkungan polutif semacam itu jika ingin serius hamil. “Minimal harus ada periode ‘pencucian’ 1 tahun karena kita, kan, tak pernah tahu berapa banyak dan sel mana saja yang mengalami kerusakan serta bagaimana tingkat kerusakan sel-sel telur tadi. Jika semua sel telurnya sudah rusak, apa mau dikata, wanita tadi tak akan pernah bisa hamil lagi. Tragis, kan? Nah, dalam tenggang waktu pencucian tadi diharapkan zat-zat beracun yang mengancam kehamilannya hilang, meski tak selalu demikian.”

Artinya, tegas Judi, tindakan pembersihan ini pun tak sepenuhnya menjamin si anak yang bakal dilahirkan sehat atau tidak. Sementara sampai sejauh ini juga belum ada teknologi yang dapat memastikan sel telur yang dibuahi betul-betul sehat atau tidak. Begitu pula sperma yang membuahinya apakah sama-sama sehat atau tidak. Padahal sel sperma yang kurang atau bahkan tak sehat pun sama-sama berpeluang untuk membuahi sel telur.

KECUKUPAN NUTRISI

Pola makan pun, tambah Judi, harus mendapat perhatian utama. Konkretnya, si ibu harus mengkonsumsi makanan alamiah. Asam folat yang banyak terkandung dalam sayuran berwarna hijau, contohya, merupakan unsur yang sudah terbukti bermanfaat bagi kehamilan. Kekurangan asam folat terbukti menimbulkan kecacatan pada sistem tabung saraf. Semisal enggak ada tulang tengkorak atau bahkan tulang belakangnya tak menutup. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah sayuran yang sehat dan layak konsumsi.

Prinsipnya, si ibu harus memperhatikan benar kecukupan nutrisinya. “Jangan hanya mengutamakan porsi, sementara kualitasnya terabaikan. Semisal cuma doyan junkfood atau makan 2 piring tapi cuma pakai sambal.” Hindari pula makanan yang mengandung zat pengawet dan pewarna berbahaya karena bisa menyebabkan kecacatan. Hanya saja apa bentuk kecacatannya susah diprediksi karena tak ada uji coba pada manusia.

Untuk meminimalkan kemungkinan kecacatan, Judi menyarankan calon ibu hamil melakukan beberapa pemeriksaan yang bisa menapis kemungkinan kecacatan tersebut. Semisal pemeriksaan kromosom untuk meminimalkan kecacatan genetis. Ataupun pemeriksaan TORCH yang diharapkan bisa menapis kecacatan-kecacatan major/berat yang umumnya terjadi pada 0-8 minggu. Hanya saja, aneka pemeriksaan tadi memang terbilang mahal buat banyak orang. Sementara pemeriksaan USG transvaginal baru bisa diandalkan melihat ada tidaknya kecacatan pada umur kehamilan 13 minggu. Sedangkan pemeriksaan air ketuban/amniosintesis malah baru bisa dilakukan pada usia kehamilan 16 minggu. Itu pun tidak 100 persen benar.

Hingga memang, seperti diakui Judi, kehamilan benar-benar merupakan kebesaran Sang Khalik. “Ibaratnya orang membangun rumah di tempat gelap. Kita enggak akan pernah tahu bagaimana setiap sel yang berasal dari sel telur dan sel sperma di’program’ sedemikian rupa oleh Tuhan menjadi mata, hidung, jantung dan bagian tubuh lainnya. Tak ada yang bisa memanipulasinya maupun mengikuti secara rinci proses tersebut dari detik ke detik.”

Pentingnya Stimulasi DiniBila usia kehamilan sudah lebih dari 18 minggu, bilang Judi, sudah ada hubungan interaktif antara ibu dan janinnya. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, si janin pun akan merasakan hal yang sama. Itulah mengapa Judi mengingatkan pentingnya stimulasi dini sejak di kandungan kendati secara medis belum bisa dipastikan bagaimana mekanisme maupun pengaruh stimulasi tersebut pada janin.

Adapun stimulasi pendidikan yang bisa diberikan antara lain memperdengarkan ayat-ayat suci dan lagu-lagu lembut. Judi yakin stimulasi semacam itu akan merangsang perkembangan sel-sel indrawinya sekaligus mengasah kepribadian si anak kelak. Sebab, sel otak manusia akan terus tumbuh begitu dibuahi sampai kelak berusia 5 tahun dengan tingkat pertumbuhan yang paling cepat terjadi dalam 2 tahun pertama setelah kelahiran.

Th. Puspayanti/tabloid nakita/Rubrik Menyambut Si Kecil/edisi 162/11 Mei 2001

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: