PILIH-PILIH PEMBALUT & PANTYLINER

9 Mar


Pilih yang memiliki daya serap tinggi dan ber”ventilasi” agar organ kewanitaan tetap terjaga kelembapannya. Demikian ditegaskan DR. Med. Antonius Herry Soedibjo, Sp.OG., dari Omni International Hospitals, Alam Sutera, Tangerang.

BERBAGAI PERTIMBANGAN

* Pilih pembalut yang berdaya serap tinggi dan berpori-pori yang memungkinkan udara bisa masuk. Pasalnya, kondisi vagina itu kan selalu lembap. Kalau bersentuhan dengan pembalut yang tidak memiliki kriteria tersebut, pasti akan menimbulkan berbagai keluhan, seperti ruam, lecet/iritasi yang bisa saja kemudian berkembang menjadi infeksi, dan sebagainya. Keluhan ini bisa dialami siapa saja, entah yang bersangkutan pengidap alergi ataupun bukan. Sebagai perbandingan, celupkan saja jari-jari tangan ke dalam air sekitar 30 menit. Akan terlihat keriput bukan? Bisa dibayangkan apa jadinya permukaan vagina kalau harus mengenakan pembalut sampai berjam-jam.

* Idealnya, saat menstruasi gunakan tampon dan bukan pakai pembalut. Sayangnya, wanita Indonesia tidak terbiasa dengan penggunaan tampon yang sebetulnya jauh lebih praktis karena memiliki daya serap yang luar biasa. Begitu dimasukkan ke dalam vagina, semua cairan dan darah yang keluar akan terserap. Dengan demikian permukaan tetap kering. Memakainya pun tidak rumit. Cukup masukkan di pagi hari dan ganti di malam hari. Tampon akan aman di tempat, tidak akan “lari” ke mana-mana karena ada tali untuk memudahkan saat menarik keluar. Jangan bayangkan tampon mirip dengan spiral. Tampon hanya berada di mulut vagina. Ukurannya sangat kecil tapi daya serapnya sangat tinggi.

* Mengenai intensitas penggantian, begitu terasa basah/tak nyaman, ya segeralah berganti pembalut tanpa harus melihat sudah berapa lama pembalut tersebut dikenakan. Sedangkan untuk keadaan darurat boleh-boleh saja menutup bagian atas pembalut yang sudah basah dengan tisu bersih.

* Sedangkan mengenai ketebalan pembalut itu sendiri, pertimbangan semata-mata berdasarkan banyak tidaknya darah yang keluar. Kalau sedang deras, kenakan yang berukuran lebih tebal/berdaya serap tinggi. Sementara saat tidur di malam hari, untuk kenyamanan boleh-boleh saja pilih yang khusus. Namun tidak benar di waktu malam darah menstruasi lebih banyak keluar dibanding siang hari. Sama saja kok. Penggunaan pembalut khusus (biasanya berukuran lebih panjang) lebih merupakan proteksi agar tidak mengotori seprai dan kasur.

* Pilih yang parfum atau nonparfum? Sama sekali tidak perlu. Untuk apa? Enggak perluneko-neko. Di belahan bumi mana pun, aroma kewanitaan ya sama seperti itu.

* Bila memungkinkan boleh-boleh saja pilih pembalut yang dikemas satu per satu secara khusus. Namun tidak berarti pembalut kemasan ekonomis dalam jumlah lebih banyak tidak bisa dijadikan pilihan, asalkan disimpan di tempat yang terjaga kebersihannya. Alasannya, bersikap terlalu steril juga bukan hal bijak. Toh vagina juga bukan merupakan benda steril.

* Menjaga kebersihannya cukup menggunakan air dan sabun mandi yang lunak (tidak mengandung soda). Tidak perlu cairan khusus. Penggunaan segala macam cairan pembersih malah berpeluang mematikan bakteri baik yang ada di sekitar vagina. Kalau bakteri baiknya mati, apalagi yang bisa diandalkan sistem pertahanan tubuh untuk menangkis serangan bakteri jahat?

PANTYLINER VS CELANA DALAM

Pantyliner tidak dianjurkan penggunaannya untuk sehari-hari. Kalau daerah kewanitaan terasa lembap oleh lendir atau cairan, kuncinya sederhana saja kok, sering-seringlah berganti celana dalam. Pilih celana dalam yang berbahan dasar katun. Jangan merasa dibuat repot harus gonta-ganti celana. Mengapapantyliner tidak dianjurkan? Tak lain karena kelembapan vagina malah semakin menjadi-jadi dan sama sekali tak bisa “bernapas” kalau tertutup terus sepanjang hari. Akan tetapi tidak berartipantyliner dilarang sama sekali. Boleh-boleh saja, semisal saat lendir keluar berlebihan, biasanya menjelang menstruasi.

Di luar itu, bahkan selama berada di rumah, lebih baik sesekali tidak usah mengenakan celana dalam agar daerah kewanitaan bisa “bernapas” lega. Kalaupun dirasa risih tentu hanya karena tidak terbiasa dengan kebiasaan yang terkesan agak “nyeleneh” ini.

Th. Puspayanti/tabloid nakita/Rubrik Cantik Bugar/edisi 490/23 Agustus 2008

2 Responses to “PILIH-PILIH PEMBALUT & PANTYLINER”

  1. Nunuk Agus April 1, 2012 at 10:30 am #

    Proficiat ya mbak Puspa ! Artikelnya bermanfaat. Eh,…. sekali2 boleh dikutip utk Mekar ya ? Maju terus, selamat berbagi informasi !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: