SELULIT & STRETCH MARK, BISAKAH DICEGAH?

1 Mar

Sepanjang kehamilan, elastisitas kulit “dipaksa” mengembang sampai level maksimum, sehingga permukaannya sering terlihat “pecah” dan muncul stretch mark, yaitu tanda parut berupa gurat-gurat putih yang muncul di permukaan kulit. Antara lain di dinding perut, lengan atas, pinggul, paha, bokong dan payudara. Guratan berbentuk garis berliku seperti anak sungai ini biasanya muncul pada usia kehamilan 4-5 bulan.

Stretch mark yang muncul saat wanita berbadan dua biasanya berwarna merah jambu dan cenderung lebar, kemudian berangsur berubah menjadi garis tipis berwarna keputihan atau kecokelatan. Stretch mark umumnya melintang di sepanjang dinding perut atau di atas pinggul. Jika peregangan payudara semasa hamil dan menyusui lumayan besar, umumnya juga akan meninggalkan tanda parut putih saat payudara kembali ke ukuran normal.

Namun begitu memasuki usia kehamilan lanjut, guratan yang timbul berwarna keputihan ini bersifat menetap meski masih dapat disamarkan dengan perawatan intensif.

Stretch mark muncul karena pengaruh hormon kehamilan dan akibat melarnya kulit ketika mengakomodasi pertumbuhan janin. Atau dengan kata lain stretch mark terbentuk ketika terjadi peregangan kulit secara cepat hingga merusak jaringan yang terdapat di dalamnya karena kulit mengalami peregangan berlebihan alias over stretched. 

Jadi, jangan beranggapan salah kaprah bahwa stretch mark bisa muncul karena garukan tangan saat ibu hamil. Hasil garukan tangan yang umumnya menyisakan bekas berupa garis kehitaman dan stretch mark adalah dua hal yang berbeda.

Apakah stretch mark dialami semua wanita hamil? Tidak selalu, karena banyak wanita yang secara genetik beruntung bisa terbebas dari stretch mark. Nah, coba runut lagi. Kalau ibu Anda punya kecenderungan memiliki “tanda” ini, besar kemungkinan Anda pun akan mewarisinya. Selain masalah genetik, stretch mark juga lebih cenderung muncul pada kulit kering dibanding kulit yang terjaga kelembapannya.

Disamping stretch mark, keluhan kulit lainnya yang muncul selama masa kehamilan adalah selulit. Banyak orang sering salah mengartikan stretch mark dengan selulit. Jangan disamakan karena keduanya jelas-jelas berbeda.

Selulit terlihat seperti kulit yang bergelombang, bertekstur menyerupai kulit jeruk. Derajat keparahannya bervariasi, dari yang ringan (hanya akan tampak saat kulit dicubit), hingga kasus yang lumayan berat dimana kulit tampak “kusut”, bergelombang seperti area gunung dan lembah.

Pada dasarnya selulit merupakan penumpukan sel lemak yang berlebihan pada jaringan kulit sehingga permukaan kulit tampak tidak rata, mirip kulit jeruk. Semasa hamil, sebagian besar wanita terusik dengan masalah selulit. Bisa dimaklumi karena selama kehamilan terjadi peningkatan secara drastis kadar hormon estrogen dan progesteron agar kulit mampu menyimpan lebih banyak lemak untuk melindungi janin.

Selulit umumnya muncul di bagian-bagian tubuh yang kurang aktivitas, seperti paha, bokong, perut, pinggul, betis dan lengan. Selain akibat kehamilan, selulit juga akan muncul seiring dengan pertambahan usia dimana kulit kehilangan elastisitasnya. Kenaikan berat badan yang drastis juga membuat selulit lebih gampang dikenali. Akan tetapi mereka yang berbadan kurus bisa saja memiliki selulit, khususnya jika dikaitkan dengan faktor genetik.

Faktor lain yang meningkatkan peluang seseorang bermasalah dengan selulit di antaranya stres yang tidak dikelola dengan bijak, gaya hidup yang minim olahraga, maupun penggunaan alat KB hormonal.

Nah, berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi selulit dan stretch mark:
• Jaga penambahan berat badan sesuai dengan yang dianjurkan. Penambahan berat badan yang berlebihan hanya akan memperparah keluhan selulit dan stretch mark.
• Oleskan pelembap secara teratur pada tubuh untuk menjaga elastisitas dan kekencangan kulit, khususnya pada bagian yang mengalami peregangan semasa hamil seperti perut, pinggul, bokong, dan payudara.

• Secara teratur oleskan losion ke seluruh tubuh, sebaiknya setelah mandi, minimal dua kali sehari, untuk mencegah sobeknya kolagen akibat perkembangan lapisan dermis saat kuht meregang dimasa hamil.
• Gunakan losion khusus yang diperkaya dengan kandungan kolagen yang berfungsi membantu mengembalikan elastisitas kulit di masa hamil. Mulailah sejak awal kehamilan untuk mencegah kerusakan kulit. Bisa juga oleskan minyak zaitun atau baby oil yang fungsinya kurang lebih sama.
• Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang secara teratur 2 kali seminggu guna melancarkan sirkulasi darah dan oksigen. Sebaiknya, sebelum berolahraga, konsultasikan dulu kondisi ibu hamil pada dokter kandungan dan kebidanan yang menangani.
• Jalani hidup sehat dengan pola makan seimbang, minum air putih yang cukup, kurangi konsumsi lemak namun perbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya akan kandungan antioksidan.
• Dianjurkan untuk mengikuti senam hamil.
• Lulur dan pijatan ringan juga dapat meminimalkan stretch mark karena bentuk relaksasi ini juga bertujuan melancarkan peredaran darah.
• Bila ada, gunakan antistrecth mark cream. Krim perawatan yang digunakan sehari-hari ini amat membantu mengurangi munculnya stretch mark sekaligus melembapkan kulit secara intensif. Kulit pun jadi lebih kencang, elastis, halus sekaligus lembut.

(Theresia Puspayanti/tabloid nakita)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: