KIAT USIR KEBIASAAN TERLAMBAT

10 Mar

Sering telat sampai kantor? Ayo, hentikan kebiasaan buruk itu sebelum datang penyesalan karena begitu banyak kesempatan yang hilang.

Terlambat adalah salah satu kebiasaan yang bisa menyebabkan banyak kerugian.  Biasanya,  saat terlambat,  seseorang akan memberikan begitu banyak pembenaran.  Ya macetlah,  tiba-tiba sakit,  ada kecelakaan di jalan,  mobil rusak,  dan masih banyak lagi. Sesekali terlambat tentu masih bisa diterima. Tapi,  kenyataannya, ada orang-orang tertentu yang hampir selalu terlambat.  Untuk bisa menghilangkan kebiasaan buruk ini,  perhatikan hal-hal berikut:

1.Sadari bahwa kebiasaan telat bisa menjadi bom waktu yang akan menghancurkan segala sesuatu yang amat berharga dalam hidup Anda, termasuk berbagai peluang untuk meraih sukses dan menjalani hidup lebih baik.

2.Telusuri apa yang selama ini membuat Anda terjebak dalam kebiasaan telat.  Jangan salah, kebiasaan telat ternyata merupakan pertanda dari aneka masalah psikologis. Mereka yang terbiasa telat umumnya adalah sosok yang hidup dalam ketidakteraturan dan tanpa perencanaan.

3. Kebiasaan telat juga disinyalir sebagai gangguan psikis yang menunjukkan orang bersangkutan merasa diri superior atau sebaliknya dicekam perasaan rendah diri. Keterlambatan itu dijadikan strategi ampuh untuk menghindari kecemasan atau justru ingin menguji orang-orang di sekitar apakah benar setia dan peduli padanya.

4. Untuk “membaca” kondisi psikologis Anda, coba pertanyakan apakah Anda merasa sangat tertekan lalu berusaha menindas kecemasan tersebut dengan memperalat orang lain? Apakah Anda didera rasa percaya diri secara keliru yang justru puas ketika tahu orang lain harus menunggu gara-gara keterlambatan Anda? Apakah kesediaan mereka untuk mengorbankan waktu dan energi demi kepentingan Anda membuat Anda yakin bahwa mereka benar loyal dan sungguh peduli pada Anda?

5. Biasakan menyusun rencana dan persiapkan segalanya dengan matang guna menghalau kecemasan. Pastikan semua catatan dan materi terkait yang dibutuhkan tersusun rapi. Dengan begitu ketika tiba saatnya Anda tinggal membawa tanpa harus mencari-cari lagi yang pastinya akan membuang waktu dan berujung pada keterlambatan.

6. Saat menyusun rencana, pikirkan juga opsi sekaligus solusi. Contohnya, kalau Anda tak suka berolahraga karena enggan melakukan gerakan-gerakan sulit atau yang dirasa menyakitkan, akui tanpa harus cari-cari alasan hingga telat ke gym. Solusinya, membakar kalori bisa dialihkan ke aktivitas lain, semisal menari atau menabuh drum.

7. Kalau memang pengeluaran yang jadi kendala tak bisa tepat waktu, berusahalah untuk selektif menerima undangan makan-makan, jalan-jalan atau menghadiri acara. Selalu sesuaikan dengan ketersediaan dana dan waktu.

8. Jangan sampai kebiasaan telat membuat Anda kehilangan teman dan kepercayaan dari kolega. Kalaupun selama ini mereka menolerir kebiasaan telat Anda sangat mungkin lantaran kebutuhan atau keterpaksaan, tapi jelas bukan bersumber dari rasa hormat. Ingat, waktu dan keberadaan siapa pun sama penting dan berharganya dengan Anda.

9. Mustahil membuktikan diri sebagai pemimpin jika selalu telat. Ingat, kepemimpinan justru bisa dibuktikan dengan cara-cara konstruktif dan efektif melalui tindakan nyata berupa penerimaan dan penghargaan pada siapa pun.

10. Jangan jadikan keterlambatan sebagai sarana untuk menguji kesetiaan orang-orang terdekat. Sebaliknya, biasakan tepat waktu sebagai cara mengekspresikan cinta. Sedapat mungkin tingkatkan rasa percaya diri yang akan memperbaiki semua aspek kehidupan Anda.
11. Cobalah relaks. Tak perlu menempatkan diri sebagai sosok paling penting, sok sibuk dan tokoh penentu yang selalu menjalani aneka kesibukan dengan kecepatan kerja yang gila-gilaan. Nanti ujung-ujungnya kita hanya mengeluh lantaran kewalahan menuntaskan semua pekerjaan tepat waktu.

12. Penguasaan diri dan bersikap tenang terbukti bisa menurunkan keterlambatan secara tajam. Jangan biarkan diri dibebani kebingungan yang membuat Anda tak bisa fokus. Organisasikan hidup Anda agar mengalir nyaman, terlebih jika Anda termasuk segelintir orang yang kelewat banyak janji dan sulit mengatakan tidak. 13. Evaluasi dan atur lagi jadwal harian agar Anda tak serasa dikejar-kejar waktu akibat kelewat penuh dengan janji-janji yang sebetulnya tidak terlalu perlu. Bersikap selektif akan memberi kesempatan pada Anda untuk memenuhinya secara berkualitas.

14. Jangan ragu untuk mendelegasikan sebagian tugas pada orang lain. Terlalu memaksakan diri melakukan segalanya akan membahayakan kesehatan sekaligus merusak interaksi Anda dengan orang lain. Tak perlu tampil sebagai sosok superhero yang berusaha menyenangkan semua orang.

15. Tentukan prioritas. Jangan sampai waktu Anda terbuang percuma lantaran kelewat asyik baca email atau asyik main games selagi harus menghadiri pertemuan atau menyelesaikan hal lain yang lebih mendesak. Waktu Anda sungguh berharga hingga Anda wajib belajar mengaturnya dengan bijak. Kalau Anda mampu menghargai waktu Anda sendiri, Anda pun akan memperoleh penghargaan lebih dari orang lain.

16. Memanfaatkan waktu efektif bisa dilakukan dengan berusaha fokus. Sementara kemampuan untuk fokus bisa diasah melalui meditasi.

17. Pelajari teknologi dan hal-hal lain yang selama ini justru Anda hindari Tak perlu bersikap anti , toh teknologi sebetulnya memudahkan Anda untuk menikmati kebiasaan tepat waktu sebagai kebutuhan. Namun jangan kelewat mendewakannya karena teknologi hanyalah alat dan bukan majikan.

18. Batasi diri agar tidak terakses sedemikan terbuka dengan setiap orang. Pembatasan semacam ini memungkinkan Anda memanfaatkan waktu secara optimal untuk mengerjakan banyak hal secara lebih produktif dan menyenangkan.

19. Gunakan reminder untuk mengingatkan Anda berapa banyak waktu yang masih Anda miliki untuk merampungkan tugas tertentu. Sederet konsekuensi yang harus Anda tanggung akibat kebiasaan telat seharusnya mampu membangkitkan motivasi diri untuk menggunakan waktu secara optimal.

20. Terapkan afirmasi positif pada diri sendiri. Enyahkan anggapan bahwa Anda adalah orang yang terbiasa telat. Katakan pada diri sendiri kalimat-kalimat penguat berikut: “Dalam pertemuan apa pun, saya selalu datang tepat waktu,” “Saya amat menghargai waktu, hingga selalu berusaha untuk tepat waktu,” “Sepanjang hidup saya tidak suka menunda-nunda pekerjaan,” “Saya mampu bersikap tenang karena selalu terjadwal.”

(Theresia Puspayanti; dimuat dalam majalah SEKAR – edisi 100/12, tgl 9-23 Januari 2013, rubrik KARIER)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: